by ; Maria el Fauzy Teologi Asy'ari yang banyak berkembang di Indonesia oleh kalangan Sunni, (baca; Nahdliyyin), dalam beberapa dekade ini banyak mengundang problematika baru, terlebih jika dikaitkan dengan situasi kontemporer sekarang. Upaya untuk selalu melegetimasikan pokok-pokok akidah dan keimanan yang dipelopori Imam Asy'ari secara kontinue lambat laun akan dihadapkan pada sebuah pergolakan baru. Polemik-polemik baru dan nyata inilah sebenarnya yang menantang keberadaan kaidah paten ala Asy'ari. Jika dipandang dalam kerangka utuh, kita akan temukan kisah panjang ahlu sunnah yang pada awalnya sebagai ahlu hadist. Tepatnya, adalah mereka yang mengikuti sunnah Nabi dan sunnah sahabat. Pendapat lain menyebutkan, bahwa madzhab ahlu sunnah adalah kelanjutan dari apa yang pernah dilakukan Nabi dan sahabat. Nah, dalam teologi Asy'ari dan al-Maturidi inilah pokok dan ajaran Ahlu Sunnah banyak dibincangkan, bahkan lebih jauh lagi Imam Asy'ari sebagai pelopor madzhab ini...
I AWAKE UNDERGROUND, IN SOLITUDE, AND I IMPLORE GOD TO BE MY FRIEND, -HARAWI-