Skip to main content

Become Exhausted

Freitag, am 12 September im Jahre 2008

Ternyata hari ini aku penat !! Yah, hal itu tanpa kusadari sudah menjangkit jiwa, raga bahkan seluruh darahku. Bagaimana aku harus bangkit? Haruskah ku menunggu sampai akhirnya Dia memberikanku sebuah pelajaran yang tak terlupakan? Aku takut. Aku tak berani beresiko.

Tuhan, ku harus melangkah. Bukan saatnya berbicara Cita. Dan bukan saatnya pula untuk berbicara Cinta. Sekali lagi aku muak dengan dua kata itu.


Kesadaranku tiba-tiba hadir. Kutemui air mataku larut dalam angan-angan. Aku lemah. Dan sangat lemah. Terkadang aku berpikir sangat egois. Aku hanya membayangkan kata-kata 'kuat', dan sok menjadi kuat walaupun sebenarnya aku rapuh. Kemudian Aku membatin, merenung, dan berkontemplasi atas 'Aku'. Sampai akhirnya aku pun sepakat, bahwa ternyata aku semakin rapuh.

Apakah wanita diciptakan 'lemah'?? aku pun berpikir, sebenarnya tidak. Namun kenyataannya, mayoritas dari mereka mengaku lemah. Kembali aku merasa sok jagoan. Hingga suatu saat aku akan merasakannya, "ah naudzubillah", batinku. Terus terang, aku sangat benci dikasihani. Termasuk kau (siapapun kau), jika suatu saat nanti kau akan mengasihaniku. Aku tidak akan menerimanya. I'm sure…

Just for my heart…

Comments

Popular posts from this blog

Anak Anak Dijejali Buku Harga Jutaan, Si Mamah Referensinya Cuma Felix Shiauw

*** Dimuat di situs Mojok  25 September 2017 Courtesy Mojok --> Keinginan para Mahmud untuk menumbuhkan minat baca anak patut diacungi jempol. Buku dengan harga jutaan sekonyong-konyongnya bisa dihadirkan demi si buah hati. Tentu saja, salah satu tujuan dan jargon produsennya adalah agar kelak si anak menjadi pribadi yang rajin membaca. Sebagai bekal pengetahuan di masa depan, dan bla bla bla !. Dari pada dibelikan mainan yang ga mengedukasi kan? Begitu kira-kira dalihnya. Ga cukup disitu juga seh, si Mahmud terkadang harus rela antri menggunakan cara arisan. Mengatur sedemikian rupa pemasukan bulanan, dan menyisihkan beberapanya untuk buku-buku ini. Menjadi sebuah kebanggaan jika uang arisan sudah mencukupi dan akhirnya bisa mendapatkan sepaket buku dengan boneka lucu yang bisa mengaji dan bercerita. Lumayan, anak bisa sejenak bermain sendiri dengan buku dan boneka-boneka itu. Dan, si Mamah asik bercengkerama di sosial media, dan ...

Kesalehan Artifisial

*** Dalam sebuah laman facebook teman saya, mendadak ada banyak sekali postingan terkait dengan keputusannya untuk berhijrah. Ia memposting beragam video ustadz yang memberikan ceramah tentang kewajiban seorang muslimah untuk menutup aurat. Tak lupa dengan imbuhan gambar berikut caption-nya yang berkaitan dengan segala ancaman neraka dan juga sangsi sosial bagi para perempuan yang tidak segera memutuskan untuk berhijab. Hijab dalam pengertian teman saya, juga harus yang lebar dan besar agar menjadi muslimah yang kaffah alias ga setengah-setengah, begitu penjelasannya kemudian. Mereka yang memutuskan untuk berhijrah, menurutnya, tak cukup hanya dengan menggunakan jilbab segi empat ukuran sedang yang biasa dipakai sehari hari. Ia haruslah syar'i . Transformasi hijrah yang ia pahami, harus dimulai dari menutup aurat, itupun ditandai dengan penggunaan hijab syar'i . Dan dari hijab syar'i , kemudian makna hijrah akan semakin paripurna jika beralih dengan pengg...

Ngaji Sambil Nglawak? Rahasia Beragama Dengan Santun

Dimuat di situs Qureta,  30 November 2017 Obrolan singkat saya bersama Pak Man, sebut saja begitu. Beliau adalah juru parkir sekolah anak saya, yang kebetulan rumahnya tidak jauh juga dari rumah kami. “Bu, besok ada Kyai ‘Qulhu wae Lek’, ngaji lagi di masjid dekat sini loh”, Dengan hanya menyebut Kyai ‘Qulhu wae Lek’, semua seakan paham siapa yang dimaksud. Iya, itu kyai yang lucunya bisa bikin ngakak habis. Gokil ! “Loh, bukane udah beberapa waktu lalu Pak. Halah , perasaan belum ada setengah tahun sepertinya ya. Udah diundang lagi?”. Jawab saya “La iya Bu, beliau ini laku keras. Jadwal ngajinya padat.. Soale lucu!” Soale lucu. Itu kunci. Rata-rata, memang masyarakat perkampungan seperti di tempat kami ini lebih suka model pendakwah yang gemar melawak, lucu, dan tidak galak. Ngaji, tapi juga melucu. Bisa mencairkan suasana pengajian dengan gayanya masing-masing. Ga usah dibayangkan pengajian ini seperti Majelis-majelis Ta’lim para ke...